
Yogyakarta — Rombongan siswa SMP Muhammadiyah Margasari kelas VIII dan IX ICP mengadakan program kunjungan edukasi intensif selama satu pekan (16–22 November 2025) di Kampung Inggris Jogja (KIJ). Kunjungan ini merupakan implementasi nyata sekolah dalam upaya peningkatan kemampuan Bahasa Inggris siswa secara drastis.
Hari pertama kedatangan siswa dan guru di KIJ
LIPUTAN
KHUSUS | Seminggu di Kampung Inggris Jogja, SMP Muhammadiyah Margasari Sukses
Pecah Mental Block
Yogyakarta — Rombongan siswa SMP Muhammadiyah
Margasari kelas VIII dan IX ICP mengadakan program kunjungan edukasi
intensif selama satu pekan (16–22 November 2025)
di Kampung Inggris Jogja (KIJ).
Kunjungan ini merupakan implementasi nyata sekolah dalam upaya meningkatkan
kemampuan Bahasa Inggris siswa secara drastis.
Dipilihnya KIJ didasari pertimbangan logistic, dan kualitas program.
Lokasi yang strategis di Jogja menjadi pilihan, namun alasan utamanya adalah
program KIJ yang terbukti mampu meng-upgrade empat keterampilan dasar bahasa Inggris
sekaligus.
Menurut
keterangan guru pendamping, target utama program ini sangat jelas, yaitu menumbuhkan self-confidence siswa
agar berani speak up. Fokus utama bukan pada teori tata bahasa,
melainkan pada aktivasi skill speaking
praktis. Meskipun siswa wajib menggunakan Bahasa Inggris hampir setiap saat,
suasana belajar jauh dari kata kaku. "Semua rasa tertekan hilang saat
mereka bertemu tutor yang bisa mengajak mereka have fun dalam
belajar," jelas Rakhmi Khairunnisa salah satu guru pendamping.
Metode
yang paling efektif adalah memasukkan game terkait materi di setiap sesi
kelas. Pendekatan fun learning inilah yang terbukti
menjadi kunci utama aktivasi bahasa siswa secara spontan dan efektif, membuat
pembelajaran mudah dicerna dan tidak membosankan.
Sebanyak tiga guru pendamping bertugas mengawasi, dan memastikan
disiplin siswa selama 24 jam penuh. Pengawasan ketat diterapkan, mencakup
kontrol ibadah, serta pembatasan ketat
penggunaan ponsel (hanya diizinkan pukul 18.30 – 20.30). Disiplin ini
penting untuk menjaga fokus belajar siswa.
Meskipun
jadwal padat, siswa yang kemampuan awalnya kurang tetap dapat mengikuti
pelajaran dengan baik. Dukungan dari teman-teman
yang suportif berperan besar, sementara guru fokus memantau, dan
mengarahkan tugas-tugas dimalam hari, memastikan tidak ada siswa yang tertinggal.
Dalam pengamatan di lapangan, bukti paling nyata dari keberhasilan kunjungan ini adalah peningkatan keberanian speak up siswa, meskipun mereka memulai dari kalimat-kalimat sederhana. Pengalaman berharga ini rencananya akan dibawa kembali ke SMP Muhammadiyah Margasari dengan menerapkan metode menghidupkan suasana kelas agar pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah terasa menyenangkan. Secara keseluruhan, program kunjungan ke KIJ ini dinilai sangat baik, dan efektif dalam memicu motivasi serta kepercayaan diri siswa.