
Khafid Usman turut melontarkan kalimat pemantik jiwa yang membakar motivasi para siswa: "Anak yang hebat bukan anak yang tidak pernah salah, tetapi anak yang berani mengakui kesalahan dan bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan."
Aktifitas siswa saat mengikuti kegiatan Character Building Camp
PANCARIPIS – SMP Muhammadiyah Margasari resmi menggebrak kawasan alam terbuka Pancaripis, Bumijawa, Kabupaten Tegal melalui pembukaan Character Building Camp Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan pada Selasa (18/8/2026). Perkemahan yang berlangsung hingga esok hari (19/8/2026) ini digelar secara masif demi mencetak generasi muda yang tangguh, mandiri, dan pantang menyerah.
Saat ini, seluruh peserta tengah berjuang menaklukkan serangkaian aktivitas lapangan yang dirancang khusus untuk menggembleng tiga pilar utama: kedisiplinan baja, tanggung jawab mutlak, dan soliditas tim.
Kepala SMP Muhammadiyah Margasari, Khafid Usman, menegaskan bahwa gemblengan karakter di alam bebas adalah jalan terbaik membentuk mental ksatria siswa.
"Melalui kegiatan perkemahan ini, kami mendobrak kebiasaan siswa agar terbiasa bangun tepat waktu, disiplin tanpa kompromi, taat aturan, dan memiliki kesadaran tinggi tanpa perlu menunggu perintah!" tegas Khafid Usman membakar semangat peserta di lokasi kegiatan, Selasa (18/8).
Tak hanya disiplin, medan perkemahan juga menjadi arena pembuktian rasa tanggung jawab dan jiwa korsa. Seluruh peserta dituntut menjaga barang pribadi, merawat kebersihan lingkungan, serta menuntaskan setiap tantangan kelompok tanpa alibi atau menyalahkan orang lain.
Khafid Usman turut melontarkan kalimat pemantik jiwa yang membakar motivasi para siswa: "Anak yang hebat bukan anak yang tidak pernah salah, tetapi anak yang berani mengakui kesalahan dan bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan."
Hingga penutupan esok hari, para peserta akan terus ditempa lewat dinamika kelompok, dan penjelajahan medan Pancaripis. Agenda ini dirancang untuk meruntuhkan ego pribadi, mengasah kepedulian antar sesama, dan memastikan tidak ada satu pun kawan yang tertinggal di belakang.
(Dedi Ariyanto, S.Pd)